Tampilkan postingan dengan label kuda putih. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kuda putih. Tampilkan semua postingan

Minggu, 20 Maret 2011

a rose of forgiveness



Pray you now, forget and forgive.
William Shakespeare (1564 - 1616), "King Lear", Act 4 scene 7

dan sinar bulan pun tak lagi indah untuk dinikmati, hanya diam mengiringi langkah pulang kita dan fikiran-fikiran sunyi yang hanya bisa kita dengar dalam hati mulai saling berdebat.

ada marah yang katamu tidak bisa dijelaskan, ada kesal yang kau bilang sulit untuk dimengerti. ada semua perasaan yang campur aduk tidak keruan di hatimu yang membuatmu begitu berantakan.

lalu, untuk beberapa saat, 'hening' jadi orang ketiga diantara kita. dan waktu seolah membantai kata-kata menjadi tubuh-tubuh kaku yang tidak berdaya.

namun tidak pernah perasaan itu menyekik hati kita terlalu lama. selalu ada penyesalan setelahnya.
maka, 'maaf' adalah satu-satunya kata ajaib yang melumerkan semua rasa bersalah.


By the way, thanks for the rose you gave. It's nice.

Senin, 11 Januari 2010

cinta memang tidak jatuh jauh-jauh


Awan-awan berarak perlahan beriringan membentuk pola-pola unik yang kutebak-tebak sendiri akan jadi apa. Mereka bergerak mengikut kearah angin meniupnya. Warna putihnya membaur bersama luasnya biru langit pagi itu.

Aku duduk berhadapan dengan jendela besar diruang tamu rumahku, dari sini aku bisa melihat bahwa Bandung benar-benar dikelilingi pegunungan, dan ketika malam menjemput bintang-bintang dilangit agar tidak kesepian, aku pun bisa melihat bahwa kota ini tidak mau kalah menerangi malam dengan kerlipan indah nyala lampu-lampunya di pelosok kota yang serupa permata dari atas bukit sini. dan,
disebelahku, kau tahu ada siapa?
tidak tahu?
janji tidak akan menyindirku kalau ku beri tahu?
baiklah
disebelahku, ada pangeran berkuda putihku yang baik hati :D
lalu dia membuyarkan sejenak perhatianku.

-lihat, disebelah sana,perhatikan awannya, sepertinya mulai mendung-

kemudian, tidak butuh waktu lama untuk membuat awan-awan putih itu meng-abu dan akhirnya hujan pun turun perlahan membasahi sebagian kota diujung sana.
dari sini, dari tempat kami duduk bersebelahan,kami bisa melihat bedanya cuaca dalam satu kota. Menarik.
Lalu aku tiba-tiba teringat satu hal yang sebenarnya tidak ada kaitannya dengan semua yang kuceritakan ini.

-bukankah kita satu sekolahan sejak kecil? lalu, kenapa aku tidak ingat wajahmu saat kecil dulu?-

ya, ternyata, nyatanya, cinta memang tidak jatuh jauh-jauh :D
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...