Selasa, 16 Juni 2009

and Those are the words

Classroom Concepts
You know that, I’d never know it’d be ended like this. But honestly I’ve seen it before, that it’ll be ended; someday, somehow.
.....

And it happened.

Now…I’m missing something you’ll never keep in mind.
And I write this post since I want you to know that something.
I’ve been trying to not to keep my ears and my eyes open from your charisma, I’ve been struggling to throw away you from my mind, to change your place in my heart. I’ve been trying so hard that I can suddenly cry when I realize that I’ve failed. But you,

You are standing still there.

Then, I told you that I’m missing the words you used to say when I’m about to ‘off’ like this.
but I faithfully know, you'll forget it.

Oh...I wish I could be like you, who can simply forget everything.
But to me, to forget is not as easy as it is to you.



-I love you more, and those are the words-

Senin, 15 Juni 2009

HER

Aku ingin pulang,
katamu dalam percakapan tanpa kabel di pagi yang masih buta. Sementara aku, masih sibuk menarik-narik selimut dan memperbaiki letak bantal dibalik punggungku.
Aku...,
dan suaranya mulai terbagi, antara nafas yang terengah-engah dan tangis yang sudah tidak mau lagi sembunyi.Aku diam mencoba mengartikan 'aku ingin pulang'-nya yang tiba-tiba hadir ketika aku baru ingin melanjutkan mimpi yang terpotong subuh tadi.
Aku tidak sanggup lagi, aku ingin pulang, pokoknya pulang!!!
katamu semakin tegas nada-nada yang diberikan disetiap katanya.

Lalu tangismu pun merajai spasi dalam ruang kosong kata-kata yang berisakan. Tetap aku tidak bersuara, aku tidak tahu bagaimana menasihatimu, karena kau pun hanya akan mengira aku tidak mengerti.

Maka ku biarkan tangismu melalui keheningan bentangan jarak kita. Sayang, seandainya aku ada bersamamu, biarkan pelukku meluruhkan sabagian perih yang kau simpan dalam matamu, biarkan aku melebur didalamnya, menjadi apapun dalam mata indahmu itu, agar aku lihat apa yang kamu lihat, agar aku rasa apa yang kamu rasa, agar aku mengerti apa yang kamu ingin aku mengerti.

-dan matahari pagi pun, membungkam sinar seketika-

Minggu, 14 Juni 2009

Please...just don't say that words!

Computer keyboard

Aku mengetik beberapa kata, lalu kuhapus karena merasa tidak pas. Lalu aku ketik, dan kuhapus lagi.
Lalu jeda.
Mataku lurus memerhatikan tombol-tombol huruf alfabet pada keyboard. Lalu ke monitor. Lalu ke keyboard lagi. Lama ku perhatikan tombol-tombol itu. Huruf yang dicetak emboss putih diatas lapisan cat hitam itu sudah mulai samar. Hingga sering kali aku salah mengetik sebuah kata. Dan aku berfikir kemudian. What is really on my mind??

Handphone, ku biarkan tergeletak disamping kiri, sejak dua jam lalu tidak henti-hentinya sms masuk dari orang yang sama. Isinya......rumit.
Terlalu rumit, and honestly, I don't want to get involve into it.
Kuperkenalkan saja dia si pengirim sms itu.
Namanya KAKA. Dia typical orang yang humble, ramah, dan apa adanya. Kulitnya putih, ganteng. Perawakannya tidak begitu tinggi, tapi ideal, and when he is singing, his voice hypnotizing. The last and important, he is already engaged with a beautiful girl. Namun ada satu hal yang paling menggagu dari dia: dia meminta maaf terlalu banyak.

Aku sedang berantakan, katanya suatu malam padaku. Lalu ku tanyakan kenapa tapi dia bilang itu terlalu rumit untuk dijelaskan. Aku pun mengerti.
Lalu lama waktu membuat aku tahu kenapa. Dan aku pun tetap mengerti. Hanya, yang aku tidak mengerti, why should he ask me those five freaking words?:
"would you be my girl?"

Senin, 08 Juni 2009

On My Way Here

Woman on Swing at Beach

I took my first step on that black and white kitchen floor
I sometimes wonder if that house is even there, anymore
I had my first glimpse of love when I was five
I watched two people split apart but still the three of us survived

I've seen the best, I've seen the worst I wouldn't change what I've been through
I've touched the sky, I've hit the wall but I did what I had to

On my way here, where I am now
I've learned to fly, I have to want to leave the ground
I've fallen hard but I've been loved
And in the end it all works out, my faith has conquered fear
On my way here.

My address has changed almost every year
I've found that standing still can quickly make a lifetime disappear
I'd rather try and fail
A thousand times denied
And this, whenever you feel pain, it lets you know that you're alive

I've been a fool, I've been afraid
Yeah, I've been loved, I've been lied to, I've been wrong and I've been right
I stood up when I had to

No guarantees, I believed that I would find an open door or a light
To lead me to the other side
I guess that is why

by: Clay Aiken

Biru

Trees in Autumn Colors Under Blue Sky
Kepada biru,
aku ingin menyatu bersama warnamu,
dan meluruhkan ungu yang mengungkung pengap nyawaku.
aku ingin birumu merengkuhku melunturkan sunyinya duniaku.

karena biru,
kau membuatku bisa menghela lebih dalam nafasku,
kau melelehkan beban yang terpasak berat dipundakku,
pun merapatkan bentang yang menjarakiNya dengan ku.

biarlah biru,
saat ini kuingin biru,
hanya biru.

Kamis, 04 Juni 2009

nu life

Rooster on a blue background

ada kehidupan baru,
ada anak-anak ayam baru,
cit cicit cit cit cicicit

Smile!! And the world SMILE with U

African Woman Helping her Daughter with her Homework
You can learn many things from children. How much patience you have, for instance.
-Franklin P. Jones-

dan itulah yang saya pelajari hari ini, Kesabaran.
Jagad: Miss, CD-nya dimasukin kemana?
Saya: Masukin ke CD Player yang ini, ya...!ayo Jagad bisa gak masukinnya??
Jagad (sambil memasukan CD ke CD Playaer): CD player itu apa, Miss?
Saya: ya ini..yang dimasukin CD sama Jagad, buat muterin CD nya Jagad.
Jagad: ooo...Terus ntar CD-nya muter ya Miss? kok bisa muter sih?
Saya: Iya kan ada listriknya.
Jagad: Listrik itu kayak gimana sih Miss?
Saya (yang mulai sedikit terkuras kesabarannya): Listrik itu....emm...Listrik itu...ya buat nyalain CD player. Kalo Jagad megang listriknya bisa kesetrum loh..kalo kesetrum ntar rambut Jagad gak cuma keriting lagi..tp jadi keribo...(mencoba mengalihkan pembicaraan)
Jagad: keribo itu apa?
Saya (merasa menyesal mengatakan 'keribo'): keribo itu.....


Percakapan belum berakhir sampai disitu sebenarnya, karena pertanyaannya bermunculan terus setiap saya mengeluarkan kata-kata yang baru buat dia.
Tapi sebenarnya, saat anak murid saya mulai menanyakan sebuah pertanyaan yang memunculkan pertanyaan-pertanyaan baru itu, saya harus bisa sabar menjawab, dan tersenyum , as I always do. Walau sedang sakit, walau begitu banyak hal yang sedang dipikirkan, 'senyuman' akan menyamankan mereka.

yup...keep smiling!!!
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...