Tampilkan postingan dengan label sunrise. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sunrise. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 April 2011

is missing My Rapunzel


Qheyla Zavyerra Valendro a.k.a. Qhey-Qhey,
Nama itu awalnya selalu membuat saya dan teman-teman mengeluh tiap kali ibu receptionist mengantarkannya ke kelas.
Dengan sepatu "kaca"-nya yang kelap-kelip, dress dan cardigan lucu-nya yang warna-warni, dia masuk kelas sambil malu-malu takut.
Dan kami, Miss-Miss yang selalu siaga di kelas selalu mengadakan ritual bertatap-tatapan sambil memasang muka "OH, My God!" ketika Qhey-Qhey datang. It means, she will take a lot of our time and energy.
Lalu setelah itu, dia melihat sekeliling kelas. Merasa telah menemukannya, dia akan berlari memeluk Miss-nya yang paling dia kagumi dan idolakan, "Miss Vemiiiiiii......."
Kemudian dia mulai bercerita, tentang princess-princess kesukaan dia, puteri Eliya yang memakai baju putri berwarna kuning, DVD Rapunzel yang katanya dia punya banyak dirumah, Ariel si puteri duyung, bahkan sampai pangeran kodok dan nenek lampir juga setan-setan yang ada di Indonesia.
"Miss Vemi..eemm..Miss Vemi jangan nakal ya, kalo nakal ntar dimakan loh sama kodok, ntar Miss Vemi berubah jadi nenek-nenek sereeem banget loh..."
Dan saat dia mulai kumat malasnya, saya terpaksa harus menurunkan kacamata ke hidung dan berpua-pura jadi nenek-nenek yang tidak bisa menulis dan membaca, lalu meminta Qhey-Qhey untuk mengajari nenek tua renta itu.

Tapi si Rapunzel kecil itu belakangan menghilang, dan Miss Vemi benar-benar merindukannya.

Senin, 08 Juni 2009

Biru

Trees in Autumn Colors Under Blue Sky
Kepada biru,
aku ingin menyatu bersama warnamu,
dan meluruhkan ungu yang mengungkung pengap nyawaku.
aku ingin birumu merengkuhku melunturkan sunyinya duniaku.

karena biru,
kau membuatku bisa menghela lebih dalam nafasku,
kau melelehkan beban yang terpasak berat dipundakku,
pun merapatkan bentang yang menjarakiNya dengan ku.

biarlah biru,
saat ini kuingin biru,
hanya biru.

Kamis, 18 September 2008

helaan angin pagi ini

helaan angin pagi ini
ada diantara aku dan mentari
helaan angin pagi ini
dinginnya pekat menyengat mengawali hari
helaan angin pagi ini
mengantarkan merdu siulan kenari
helaan angin pagi ini
anonim sebuah rasa di hati

Sabtu, 28 Juni 2008

Waktu

Green and yellow watch (time)

Sepertinya ku tidak pernah bisa memulai menuliskan satu kata pun yang ada dalam fikiranku. Semua kata mungkin terlanjur terperangkap dalam sebuah jebakan yang dinamakan “kemalasan”. Ah…mungkin begini bisa jadi awal.
………………………………………………………………………………………………………………………………


Dia tak akan mungkin mau menunggu. Dia ada, pelan tapi pasti dan tak pernah terhenti. Dia malah akan semakin cepat berlari saat kita lengah, saat kita mulai terlena. Dia tak pernah lelah apalagi mengeluh. Dia adalah waktu. Dia seperti detakan jantungmu yang memberi kehidupan dan akan berhenti saat Sang Pencipta Keindahan menghendaki. Dia pun tak kenal kompromi. Dia lah sang pemegang kunci. Kunci dari dua buah pintu bernama kenangan dan harapan. Pintu-pintu itu seperti "pintu kemana saja". Dia bisa membawa kita pergi jauh kemana pun menuju angan-angan dalam ruangan harapan, dia juga bisa mengembalikan kita ke setiap penyesalan dalam ruang kenangan masa lalu. Tapi sayang... dia tak punya kewenangan memberi free pass untuk membukakan “pintu kemana saja” itu. Karena waktu tak mungkin bisa dikelabui. Waktu punya caranya sendiri.

....dan waktu pun berputar pasti. Tak hanya meninggalkan kenangan yang tak ingin terlupakan tapi juga penyesalan yang sialnya begitu sulit untuk dilupakan.Waktu pun berputar pasti. Membukakan celah harapan bagi siapapun yang bangkit mengejar masa depan.


Kamis, 26 Juni 2008

Matahari Pagi

Canada, Alberta, Canmore, sunrise over mountains


hangat mu adalah yang paling kurindu
saat malam menjelang menghabisi pagi, siang dan sore.


Belakangan baru aku sadari, waktu hidupku terlalu cepat. Tak terasa malam berganti, pagi terlewat, siang pun begitu membosankannya hingga selalu ingin segera ku akhiri.
aahh....tapi sungguh aku begitu merindukan mu, matahari pagi.
selalu saja kulalui hari tanpa hangatmu...malam membuaiku terlalu lama dalam pelukannya.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...