Tampilkan postingan dengan label sahabat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sahabat. Tampilkan semua postingan

Senin, 27 Juli 2009

Pesan dari Sahabat


Kmrn belajar tentang ukhuwah... banyak hal yg aku sembunyikan dan mungkin membuat persahabatan kita rusak... tentang pertemanan kita masih byk yg harus diperbaiki...
maaf untuk hal-hal yang terlupa...
maaf untuk hal-hal yang tidak bisa ku jaga..
maaf untuk hal-hal kecil yangg terkadang aku besar-besarkan...
maaf untuk kebiasaan bodohku, saling mencela, atau apapun sikapku yg tak bisa kamu terima...
maaf untuk sikap yang mungkin kamu merasa ter-dholimi...
maaf untuk setiap tindak yang ternyata kamu merasa aku khianati...
maaf untuk setiap waktu yang kita habiskan hanya menambah maslahat...
maaf untuk setiap bentuk pengorbananmu yang tidak bisa aku balas...
maaf untuk segala bentuk kesalahan yang tersembunyi, terselubung, sengaja, tidk ku sengaja... maaf utk semuanya....

jika waktu adalah teman... semoga menjadi berkah ukhuwah kita...luv u sista....



Kau tahu, selama ini siapa yang begitu perhatian padaku, yang percaya aku seratus persen, yang mengenalku begitu dekat , yang selalu mengerti dan sabar menghadapi kelakuanku, yang tidak perduli aku seburuk apa dimata orang lain dan tetap menerima aku apa adanya, yang selalu ada kapanpun aku membutuhkanmu,
kamu kan??????
tidak ada yang perlu aku maafkan... karena, tidak ada yang salah dan yang kurang dari kamu....,

Senin, 15 Juni 2009

HER

Aku ingin pulang,
katamu dalam percakapan tanpa kabel di pagi yang masih buta. Sementara aku, masih sibuk menarik-narik selimut dan memperbaiki letak bantal dibalik punggungku.
Aku...,
dan suaranya mulai terbagi, antara nafas yang terengah-engah dan tangis yang sudah tidak mau lagi sembunyi.Aku diam mencoba mengartikan 'aku ingin pulang'-nya yang tiba-tiba hadir ketika aku baru ingin melanjutkan mimpi yang terpotong subuh tadi.
Aku tidak sanggup lagi, aku ingin pulang, pokoknya pulang!!!
katamu semakin tegas nada-nada yang diberikan disetiap katanya.

Lalu tangismu pun merajai spasi dalam ruang kosong kata-kata yang berisakan. Tetap aku tidak bersuara, aku tidak tahu bagaimana menasihatimu, karena kau pun hanya akan mengira aku tidak mengerti.

Maka ku biarkan tangismu melalui keheningan bentangan jarak kita. Sayang, seandainya aku ada bersamamu, biarkan pelukku meluruhkan sabagian perih yang kau simpan dalam matamu, biarkan aku melebur didalamnya, menjadi apapun dalam mata indahmu itu, agar aku lihat apa yang kamu lihat, agar aku rasa apa yang kamu rasa, agar aku mengerti apa yang kamu ingin aku mengerti.

-dan matahari pagi pun, membungkam sinar seketika-

Selasa, 16 September 2008

Planet Mars

Aku Dan Bintang
by: PeterPan

Lihat ke langit luas
Dan semua musim terus berganti
Tetap bermain awan
Merangkai mimpi dengan khayalku
Selalu bermimpi dengan hariku
Pernah kau lihat bintang
Bersinar putih penuh harapan
Tangan halusnya terbuka
Coba temani, dekati aku
Selalu terangi gelap malamku
Dan rasakan semua bintang
Memanggil tawamu terbang ke atas
Tinggalkan semua, hanya kita dan bintang
Yang terindah meski terlupakan
Dan selalu terangi dunia
Mereka-reka, hanya aku dan bintang


Ingat ini sahabat??
27 Agustus 2004 lalu di Observatorium Bosscha Lembang; kita, Planet Mars dan lagu ini.

Kalian ingat, waktu itu kita habiskan malam yang menyenangkan, tidak peduli berapa banyak orang yang ada dan sedingin apa Bosscha saat itu, kita tetap merasa nyaman bersama. Hangat dalam nyamannya persahabatan. Kita tertawa, bermain permainan "gagarudaan", bercanda, benyanyi, kedinginan, ketakutan, bahkan Dadun terjatuh ke selokan....hehehe...
aahhh...Betapa aku merindukan kalian semua,
merindukan tertawa bersama, merindukan marah yang selalu ada disetiap candaan, merindukan setiap kegiatan kerja kelompok yang tidak pernah serius, merindukan latihan senam bersama dirumahku dan mpit,
Aku rindu kebersamaan kita.

Jumat, 12 September 2008

Damai


Kata itu begitu melekat dengan namanya, dan harusnya juga dengan kehidupannya.
September ini, harusnya juga jadi miliknya, dimana kedamaian, kebahagiaan dan kasih sayang berbaur jadi satu, dan doa menjadi satu-satunya kado termanis yang ia terima.
Tapi, tidak ada yang bisa menebak kehidupan yang penuh dengan ketidakpastian.
Setiap kebahagiaan nyatanya membutuhkan pengorbanan, dan perjuangan yang tidak gampang untuk meraihnya.
Aku tahu, dia jatuh bangun mengumpulkan titik-titik kebahagian yang ia harapkan bisa menjadi gambaran indah kehidupannya, namun titik-titik itu terlalu banyak hingga ia sendiri kewalahan menyusunnya, dan sebagaimana sebuah titik, ukurannya terlalu kecil hingga butuh kejelian untuk bisa menempatkannya disusunan yang tepat agar gambaran hidupnya terbentuk sempurna.
Dan sayangnya, kita tak pernah mungkin bisa mengecap kesempurnaan, yang berarti dia tak akan pernah bisa membentuk gambaran kesempurnaan hidupnya walau sekeras apapun dia berusaha dan sebanyak apapun orang menuntutnya sempurna.




Tapi satu hal yang pasti, aku tidak akan pernah pergi, walau semua orang berlari menjauhimu, mal.
Maka jangan bersedih, ada aku disini.

Minggu, 13 Juli 2008

Si Ayu dari Cirebon


Namanya Kristina Ayuningtyas, single 21 tahun.

Gadis Cirebon yang fasih berbahasa inggris ini punya banyak sekali mimpi, hingga aku tak yakin akankah mimpi-mimpi itu akan terkejar atau tidak.
Salah satu mimpinya adalah married with stranger (orang asing a.k.a bule). Karena katanya, bule itu romantis. Dalam alam khayalnya, dia mengharapkan suatu hari ada seorang bule (laki-laki tentunya) yang memainkan gitar sambil menyanyikan sebuah lagu romantis yang ditujukan hanya untuknya di depan banyak orang. Baginya adegan itu merupakan sebuah peristiwa yang hanya bisa dilakukan oleh seorang laki-laki yang berani dan gentle. And yup... Gentleman and braveman adalah sebuah keharusan bagi lelaki manapun yang berminat mempersuntingnya. Beuh
Dia juga bercita-cita ingin pergi ke Tanah Lot, Bali dan mungkin menetap disana. Tidak tahu alasan pastinya apa, mungkin hanya untuk melengkapi kesenangannya pada hal-hal romantis atau mungkin juga karena di Bali, bule bisa dengan mudah ditemukan. Yang pasti itu hanya sedikit dari sekian banyak mimpi yang dia punya. Kejar terus impian mu nak!!
Well... Tulisan ini sebenarnya bukan untuk mempromosikan si Ayu yang hobi bernyanyi ini, tapi untuk sekedar menghibur hatinya, hati yang baru sakit dan belum sembuh benar. Aku tidak tahu kenapa, karena dia tidak pernah mau menceritakannya padaku, tapi aku tahu dia sakit, dan aku akan membantunya mengobati rasa sakit itu. Sama seperti dia yang dengan telatennya merawatku dulu sewaktu aku sakit, menjagaku semalaman hingga mencarikan es batu tengah malam demi menurunkan tingginya suhu tubuhku saat itu. Sakit yang kurasakan dulu berbeda tentunya dengan sakit yang dia rasa kini, tapi terasanya sama saja bagiku, sakit.
Dia, sahabat setia. Perhatiannya yang berlebih itu yang membuatnya istimewa buatku. Bahkan sampai urusan asmara pun dia bisa sebegitu care nya. Ya...seseorang mungkin tahu maksudku. Tapi...Diluar semua ocehanku itu, aku hanya ingin menyenangkan hatinya. Aku ingin dia tahu, bahwa dia punya banyak sekali teman yang akan selalu ada untuk menghiburnya seberat apapun cobaan yang sedang dia hadapi.
Ganbatte Kudasai!!!!!!!!!!!!!!



Senin, 30 Juni 2008

I won't let you fall...

Dia adalah sahabat, kakak dan kekasihku.
Ya...kekasihku.
Banyak peristiwa yang sudah kualami dalam hidup ini, dan dia selalu ada.
Dia seperti sebuah pohon besar tempatku berteduh saat langit dan bumi tidak bersahabat dengan duniaku. Daun lebatnya memeluku hangat penuh kasih dalam setiap tetes air mata duka dan suka. Ranting kuatnya menjagaku aman dalam kacaunya hidup yang tak tahu arah ini. Dahan merambatnya mendamaikan hatiku dalam setiap tutur lembut katanya.
Dia ada. Selalu ada.
Aku sering duduk dibawah pohon itu, tempat kusandarkan semua perasaan, sambil bercerita tentang banyak hal: keluarga, sahabat, kekasih, orang-orang yang datang dan pergi begitu saja yang terkadang meninggalkan jejak tak terhapus dalam kotak kenangan, dan juga masa depan....Bahkan, terkadang kita tak membicarakan apapun. Duduk bersama menghabiskan hari dalam kebisuan mampu bercerita banyak hal yang sulit terungkapkan. Seolah kita bisa saling membaca pikiran masing-masing.
Aaah..kita begitu dekat. Begitu sehati. Seperti tautan tangan yang saling mengisi setiap celah diantara jemari.

Dia begitu tegar, tak terkalahkan apapun kecuali oleh satu, Cinta.
Satu kata yang mempunyai berjuta makna itu melemahkannya pelan-pelan. Bayangan pohon besar yang kokoh itu pun lenyap tiba-tiba saat air matanya mengalir lembut di pipinya. Dia menjadi begitu rapuh. Aku ingin menyelami jauh kedasar hatinya, menjadi tameng dari semua virus Cinta yang melumpuhkannya. Aku ingin, tapi tak punya daya. Maka kubiarkan tangisannya meleleh begitu saja di bahuku, dengan begitu aku telah memberinya sedikit rasa nyaman. Sedikit. Hanya sedikit.
"Jangan bersedih, sayang!!"
Itu yang selalu ku katakan. Tapi kalimat itu hanya membuatnya semakin tenggelam, dan aku hanya punya sepasang tangan mungil yang selalu terulur untuknya. Selalu. Walau aku tak pernah benar-benar sanggup menariknya keluar dari jebakan Cinta yang semakin menelannya, setidaknya aku bisa mempertahankannya agar tidak terjatuh.
Aku tidak akan membiarkan mu terjatuh, mal!!!
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...