Tampilkan postingan dengan label my wishes. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label my wishes. Tampilkan semua postingan

Jumat, 25 September 2009

home



kamu sedang mencari rumah?
saya punya.
kamu mau menempatinya?
rumahnya tidak terlalu besar, tapi saya pastikan kamu nyaman. baru beberapa bulan kemarin ditinggal penghuni yang sudah mengontraknya hampir dua tahun. tempatnya masih bagus walaupun ada beberapa bagian yang harus direnovasi, karena penghuni terakhir sempat membuat dinding di beberapa bagian rumah itu retak.
rumah itu memang sudah sempat saya perbaiki sedikit-sedikit, tapi saya rasa, kamu bisa merenovasinya menjadi lebih indah dan lebih kokoh. karena saya percaya, tangan kamu memegang semua kebaikan yang kamu miliki.
kamu sedang mencari rumah, kan?
kamu mau menempatinya?
tempatnya tidak terlalu jauh, kalau kamu mau lihat silahkan, saya akan dengan senang hati mengantarmu!
mau?

bukankah kamu sedang mencari rumah?
saya punya,
kamu mau menempatinya?

menempati sebuah rumah dihatiku :)



picture from here

Rabu, 15 Juli 2009

???

Thai Brides Find Western Husbands Via Matchmaking Service

Biar ku sekap waktu saja, agar tidak ada lagi 'kapan?'
Biar ku culik jarum merah yang berdetik itu, agar tidak ada lagi 'siapa?'
Biar ku bakar saja deretan angka-angka dalam kotak senin hingga minggu yang menggantung di dinding itu, agar tidak ada lagi tanya "???"


selalu, pertanyaan yang sama yang bermunculan saat family gathering, dan selalu, senyuman yang sama yang bisa dijadikan jawaban.
Lalu, ide perkenalan dengan anaknya teman si A dan si B pun bermunculan. Usaha-usaha yang semakin kreatif, menawarkan si C dan si D juga semakin giat. Secara halus tentunya. Promosi sana-sini.

Well, they're just being too worried...

Selasa, 16 Juni 2009

and Those are the words

Classroom Concepts
You know that, I’d never know it’d be ended like this. But honestly I’ve seen it before, that it’ll be ended; someday, somehow.
.....

And it happened.

Now…I’m missing something you’ll never keep in mind.
And I write this post since I want you to know that something.
I’ve been trying to not to keep my ears and my eyes open from your charisma, I’ve been struggling to throw away you from my mind, to change your place in my heart. I’ve been trying so hard that I can suddenly cry when I realize that I’ve failed. But you,

You are standing still there.

Then, I told you that I’m missing the words you used to say when I’m about to ‘off’ like this.
but I faithfully know, you'll forget it.

Oh...I wish I could be like you, who can simply forget everything.
But to me, to forget is not as easy as it is to you.



-I love you more, and those are the words-

Rabu, 21 Januari 2009

bersandarlah!

dan menangislah... menangislah...
menangislah bersamaku, gerimis yang menenangkan!
gerimis yang membawa tetes-tetes berkah di akhir kisah,
gerimis yang selalu kau suka.
maka, menangislah!


Lalu ku biarkan air wudlu membasuh sisa air mata yang hampir kering. Ku jalani sholat tiga raka'at sore itu, bersama gerimis, yang selalu mengerti isi hati.
dan... mencoba khusuk.
Tahiyat akhir pun terlalui, dan berakhir dengan salam. Dzikir ku lafalkan, sembari merasakan kehadiranMu di setiap pembuluh darahku.
Maka, banyak do'a ku pinta sore itu.

"Sadarilah sifat-sifatmu, niscaya Allah membantumu dengan sifat-sifatNya. Akuilah kehinaanmu, niscaya Allah membantumu dengan kemuliaanNya. Akuilah ketidakberdayaanmu, niscaya Allah membantumu dengan kekuasaanNya. Akuilah kelemahanmu, niscaya Allah membantumu dengan kekuatanNya."

Selesai membaca syahadat dan hamdallah, ku ambil Al-Qur'an yang lama sudah tidak tersentuh lembaran-lembarannya. Lalu ku buka lembaran halaman surat ke 36, dan ku baca setiap ayatnya. Hingga ayat ke 21, ku akhiri ritual sholatku sore itu dengan shodakallah hul'adziim.


(kau tahu, do'a perempuan itu lebih ampuh, karena perempuan adalah makhluk yang penyayang)

Ganbaro, mow!!

sssttt....dengar...dengar...ada yang berbisik!

Dengarkan baik-baik mow, sesuatu sedang mencoba menyampaikan sebuah pesan padamu.
Dengarkan baik-baik!

Tapi suaranya terlalu pelan dan tersamarkan riuh angin yang menggesekkan dedaunan sirsak depan rumah. Apa yang ingin disampaikannya?

Jangan berisik! Coba tahan nafasmu sebentar, jangan pula berkedip! Konsentrasi! Fokuskan telinga pada apa yang akan kamu dengar!

...ssttssttt....

You're about to be defeated, my dear friend!!"

Apa?? Apa yang baru saja dia katakan? Aku tidak mengerti?

Ayo coba pasang telingamu baik-baik! kita dengarkan lagi!

"Belum, kamu belum kalah, jangan menyerah! seringkali, apa yang terlihat dan terdengar tidak sama dengan kenyataan, mow! Tetaplah fokus pada apa yang kamu inginkan! Kamu telah meminta pada Dzat yang tepat, maka tak perlu lah ragu!"

Hah? Apa? kamu mengerti, mow?

Mmmh...sepertinya iya...

"Tidak kah kau melihat pertanda? jejak? semua itu terlihat nyata! belum sadar juga, mow? Kamu tertipu!!"

Apa lagi itu? tertipu?

Aku rasa mungkin saja...

"Sudahlah...jangan didengar bualannya itu. Kamu pun tahu kan, mow, bahwa DIA akan memberi semua yang kamu ingin selama kamu yakin dan optimis akan mendapatkannya? Tenang saja, mow, ada DIA memegangimu."

Iya aku tahu.

Lalu?

Optimis? Oke lah!

Sabtu, 17 Januari 2009

at last ...

Jika saja aku bisa melepas tali yang mengikat mati kakiku ini dan berlari ke sana, ke tempatmu memandang bintang-bintang terang itu dari atas bukit, duduk disampingmu. Sejenak kemudian, merasa tidak tahan dengan dingin yang semakin mendesak, merebahkan diri lah aku dalam pelukanmu.
Jika saja aku bisa menanggalkan semua yang terpaut dengan pikiranku, dan memaksakan langkahku beranjak untuk tidak sekedar diam dan menanti.
Jika saja aku punya daya, bahkan untuk sekedar mengisi celah diantara jemarimu.

Aku pun hanya bisa menghela nafas, lebih dalam setiap kali merindukanmu.


dan
akhirnya, hanya aku dan Tuhanku yang tahu, apa yang aku lakukan untuk bisa tetap bersamamu.

Minggu, 28 Desember 2008

Curhat pada Tuhan


Tuhan,
Kau bilang aku boleh meminta apapun kepadaMU.
apapun itu, pasti Kau akan mengabulkannya, iya kan?
kalau begitu,
kali ini aku ingin meminta satu hal
yang hanya Kau dan aku yang tahu.
rahasiakan ini, ya!!

dan,
do'aku beterbangan dibawa angin malam ini,
kemudian mengendap bersama awan-awan,
ikut menemani
taburan bintang dan bulan yang berkilauan keemasan,
perlahan, bergerak seiring hembusan angin
jauh....jauh sekali angin membawanya
melintasi waktu untuk menanti
terbawa pulang hujan yang membawa banyak berkah
kemudian, terwujudlah semua do'a yang selama ini
ku pinta,
amin.

Jumat, 28 November 2008

Gerimis


Aku tinggalkan penat saat melangkah keluar dari pintu itu. Lelah rasanya mengurusi PR anak-anak yang harus kuberikan, menggambar grafik kemajuan dan melengkapi beberapa data yang kurang.
Dan saat langkah demi langkah semakin jauh dari penat,bahkan putaran roda angkot menjaraki, ku kira aku bisa benar-benar mengakhirinya.
Langit berubah abu-abu, dan udara menghembuskan nafas dingin yang menusuk.Aku rasa, cuaca sore ini akan semakin melengkapi kepenatanku ini.
Aku berjalan semakin cepat seiring awan yang menggumpal semakin pekat. Namun langkahku tidak bisa membuat mendung menahan titik-titik kecil airnya. Mereka pun turun, menyerbu bumi dengan bulir-bulir tajam yang ringan.
Mereka pun turun, membuatku terpaksa mengeluarkan payung kecil yang selalu ku bawa dalam tasku.Dan aku berjalan sendirian, di sore yang basah dan kelabu.
Hingga tiba di sebuah lorong gang kecil yang panjang. Dibentengi dinding tembok tinggi dan pohon-pohon alpukat berdaun lebat, yang saat hendak berbuah digerayangi banyak ulat hijau yang besar dan gendut, dan terkadang ulat-ulat itu bergelantungan di ranting-ranting pohonnya dan berjatuhan saat kita melintasi gang. Gang itu sepi, dan warna sore ini membuatnya semakin terasa sepi.
Langkah malasku pun mengiringi.
Di depan sana, setelah lorong gang habis, ada jalan kecil dikelilingi beberapa petak sawah di kanan-kirinya. Saat semakin dekat dengan mulut gang, aku berjalan perlahan, memerhatikan langkahku karena jalannya menurun dan licin.
Dan ketika keluar dari gang itu, aku seperti diberikan "birthday surprise", saat lampu tiba-tiba mati dan secara perlahan setitik cahaya emas keperakan diatas lilin kecil yang dibawa teman dan kerabat terdekat perlahan mendekat sambil menyanyikan lagu selamat ulang tahun. Seperti itulah kurang lebih rasanya saat aku keluar dari mulut gang kecil yang sepi itu;
Warna langit tidak lagi abu-abu, aku lihat di sebelah barat diantara hamparan padi yang masih hijau itu, ada cahaya hangat mentari yang beranjak turun. Langit kini berwarna cerah dalam sore yang gerimis. Lalu aku perhatikan titik-titik kecilnya yang halus, yang menerawang dalam cahaya terang senja, membuatku merindukan seseorang.
Seseorang yang aku harapkan bisa berjalan bersama di bawah gerimis.

dan, aku suka sore ini. Bergerimis.

Sabtu, 18 Oktober 2008

Aku ingin jadi Laut



"Saat itulah, saya melihat laut di sana. Ya, laut Utara. Duduk diam berpegangan pada langit. Begitu tenangnya. Begitu menakjubkannya. Dengan segala rendah hati, langit berbagi biru padanya, lalu jatuh cinta. Lalu mereka saling diam, menyimpan perasaan dengan bijaksana untuk sebuah keindahan. Ya, di sana saya tahu, saya tahu mengapa langit selalu jatuh cinta pada laut. Karena hanya laut yang memahami birunya langit. Hanya laut yang tetap berada di sana meski mendung, hujan, angin berusaha menjaraki mereka. Bukankah hanya laut yang tetap menyimpan biru, meski langit sedang abu-abu?"
taken from this:)

,dan tiba-tiba saja...aku ingin jadi laut.
Laut yang dicintai langit.

...kang,


kang...,
masih merangkai setiakah?

diantara kerlipan sinaran gemintang itu
akankah sinarku kan tetap lebih terang buatmu?

kang...,
asal kau tahu saja,
aku tak ingin menyetia sendirian
tetap temani aku, ya
untuk setia :)

Senin, 15 September 2008

Langit Gerimis


Aku selalu suka langit, karena langit punya banyak warna, punya banyak perasaan. Aku bisa lihat berbedanya warna dan perasaan saat langit cerah dan mendung. Ada banyak perasaan yang mencoba untuk dimengerti dalam nuansa warnanya yang beragam.
Dibalik itu semua, langit menyimpan misteri, dan menutup rapat semua rahasia.

Aku mengagumi semua yang ada padanya; matahari, bulan, bintang, pelangi, awan, bahkan mendung yang menjadikan hujan; tapi aku lebih suka hujan gerimis saat langit cerah dan hangat mentari yang bersahabat dengan rintik-rintik kecil itu; ironis, magis dan romantis.
Suatu saat nanti, aku ingin berlari di bawah gerimis denganmu disampingku, memayungiku dengan telapak tanganmu yang kasar dari lembutnya tetesan kecil gerimis itu. Kemudian mencari tempat berteduh menanti rintik lelah menari-nari di atas dedaunan, atap-atap rumah, tanah lapang merah, jalanan aspal, kolam-kolam ikan,...Menanti gerimis reda, mungkin di teras depan sebuah toko, bersamamu, berdua, dan mungkin, sambil membicarakan enaknya minum teh hangat disaat cuaca seperti itu.

Ya... aku ingin bersamamu, di cuaca apapun.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...