Minggu, 28 Desember 2008

Meninggalkan Jejaring

hujan merimis, mungkin langit sedang meniriskan mendung di atas sana.
cuaca pun mendramatisir, memelankolis.
sejenak ku tatap kembali jejak-jejak kecil yang mulai kesepian, mulai nelangsa.
lalu ku tatap kembali jalan setapak dihadapanku, ada ragu yang begitu aku benci, ada harapan yang sedang malas mengepak sayap, dan ada banyak kesempatan yang menunggu di setiap persimpangan.
Aku meragu, aku mengharap, aku mencari kesempatan.
tapi, ahh....haruskah kutinggalkan jejaring itu?
jejaring yang kita pintal bersama selama lebih dari empat musim?
tapi,
ada kau di sana, ada kita, ada semua outline naskah cerita masa depan kehidupan kita.
bagaimana ini?
langit mengelabu pekat awan-awan,
aku tidak diam, tidak pun melangkah, aku
pasrah saja.....

Tidak ada komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...