Senin, 18 Agustus 2008

Aku malu, malu pada MU...

Hari ini, aku membuka kembali pintu besar dan kokoh yang hampir terhalang cinta imortal pada hitam-putih-dunia. Pintu itu adalah jalan masuk ke rumah MU yang telah lama bersemayam dihatiku.
Awalnya aku tidak yakin, akankah KAU menerima kedatanganku lagi, tapi aku sudah merasa tak berarah tanpa MU hingga begitu membutuhkan MU menggenggam tanganku. Lalu aku beranikan diri. Aku berdiri di depan pintu indah dengan ukiran-ukiran suci dari huruf-huruf arab dan mencoba mengetuk pintu itu, tapi pintu itu terlanjur terbuka sebelum sempat bersentuhan dengan jari-jariku. Aku kemudian melangkahkan satu langkah pertamaku. Aku berhenti. Hatiku berdebat dengan fikiranku.
Aku malu, malu pada MU. Kesalahanku banyak, aku tahu. KAU mengingatkanku tapi aku tak mau tahu. Aku malu, malu pada MU. Aku telah begitu sombong dan angkuh berjalan di bumi ini. Aku malu, malu pada MU. Kini aku telah terima akibat perbuatanku, dan aku menyesal. Aku malu, malu pada MU. Akankah KAU maafkan aku?
Tapi aku tak punya tempat bersandar lain selain pada MU. Aku pejamkan mata dan mencoba beranjak lebih jauh lagi memasuki rumah MU, tapi belum aku mengangkat kaki kananku, aku merasakan seberkas sinar hangat memelukku. KAU menghampiriku.
Menghampiriku???
OH... Aku semakin merasa malu. Malu pada MU.
Sinar itu nyaman sekali, membelai kulitku yang bau dan kotor karena banyaknya kesalahan yang aku buat. Tapi, Kau tidak menghiraukannya. KAU malah semakin rapat mendekat, dan KAU berbisik lembut ditelingaku.
"AKU tidak pernah pergi. AKU selalu ada dimanapun, bahkan di hatimu. AKU ada dalam setiap diam dan gerakmu. AKU kirimkan malaikat-malaikatKU di depan dan belakangmu untuk menjagamu"
KAU tak pernah lupakan aku.
Lagi-lagi... Aku malu. Maafkan aku yang telah melupakan MU, maafkan aku yang terlau lama terlarut dalam nikmatnya dunia luar.
Kemudian KAU berkata,

"Wahai anak Adam, sesungguhnya jika kamu tidak berdoa dan memohon ampun kepada KU, AKU mengampunimu, AKU tidak peduli dengan dosa-dosa yang ada padamu. Wahai anak Adam, seandainya dosa-dosamu mencapai langit kemudian kamu memohon ampun kepada KU, AKU mengampunimu dan AKU tidak peduli banyaknya dosamu. Wahai anak Adam, jika kamu mendatangi KU dengan dosa sebesar bumi, kemudian kamu menjumpai KU dengan tidak menyekutukan AKU dengan sesuatu, AKU akan mendatangimu dengan ampunan sebesar bumi pula."

Aku hanya terdiam mendengar NYA. Aku tundukkan wajahku semakin dalam karena terlalu malu pada MU. Begitu banyak kesalahanku hingga seperti tak mungkin termaafkan, tapi, KAU tetap menerimaku kembali, KAU mengasihiku selalu. KAU maafkan aku. Aku sungguh malu, malu padaMU, ALLAH.
MAafkan aku, cinta MU lah yang nyata dan abadi. Cinta MU lah yang tak pernah mematahkan hati. ENGKAU lah satu, Tuhanku yang Tak Tersaingi.
AKU mencintaimu YA ALLAH...

Tidak ada komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...